Salju(dari bahasa Arab ثلج, salji) adalah bentuk padat air yang jatuh ke bumi dari atmosfer atau awan yang telah membeku menjadi kristal padat dan seperti hujan yang menutupi secara permanen atau sementara (23 persen) dari seluruh permukaan bumi. Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas (lihat atmosfer, biosfer, iklim, meteorologi, cuaca) Tsunamiyang terjadi di Indonesia merupakan contoh peristiwa akibat dua lempeng yang saling bertumbukan. Terdapat bebrapa faktor utama yang memengaruhi pembentukan tanah, yaitu : Dalam alam, pembentukan dan destruksi ozon ada dalam keadaan seimbang, sehingga kadar ozon terdapat dalam keseimbangan dinamik. Membekumerupakan peristiwa perubahan wujud benda dari cair menjadi padat. Kegiatan yang memanfaatkan proses perubahan wujud benda dari cair menjadi padat adalah proses pembuatan es krim. Contoh peristiwa yang menunjukkan proses penyubliman yaitu? gelas retak ketika Wujud Benda Dari Cair Menjadi Padat. Untukperubahan wujud zat sendiri terdiri dari enam jenis yang berbeda, diantaranya yaitu. 1. Mencair. Mencair merupakan suatu peristiwa perubahan wujud zat dari bentuk padat menjadi bentuk cair dengan mengandalkan adanya energi panas. Contoh: Mentega yang dipanaskan nantinya akan mencair. Lilin yang dipanaskan nanti akan meleleh. BacaJuga: Pengertian dan Jenis-Jenis Akuifer – Materi Geografi Kelas 10 Proses Pembentukan Batuan Sedimen. Nah, menurut buku Fisika Bumi (2017), proses pembentukan batuan sedimen melibatkan empat peristiwa yaitu pelapukan, transportasi, pengendapan (deposisi), dan diagenesis. Gue akan jelasin kronologinya. Pelapukan. Proses pembentukan Aktivitasgunung berapi merupakan contoh peristiwa vulkanisme. Air dari es yang mencair di puncak gunung salju mengikis permukaan gunung di sepanjang jalur yang dilalui. dapat dilakukan dengan membaca gejala alam yaitu dengan melihat jenis awan yang nampak, apakah awan tersebut mengandung hujan lebat, petir, kilat, atau bahkan . Di berbagai wilayah di belahan dunia, musim dingin akan selalu identik dengan turunnya salju. Berikut ini akan dijelaskan mengenai itu Salju?Salju merupakan air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat seperti terdiri dari partikel uap air yang mendingin di udara dan jatuh sebagai kepingan empuk, putih dan seperti suhu tertentu, salju dapat meleleh dan hilang sedangkan proses salju berubah langsung ke dalam uap air tanpa mencair terlebih dahulu disebut dengan dapat ditemukan pada negara yang beriklim subtropis dan sedang, namun ada juga daerah tropis yang bersalju seperti pegunungan Jaya Wijaya di Papua, kamus besar bahasa Indonesia, salju merupakan butiran uap air berwarna putih seperti kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik SaljuKarakteristik salju dapat dilihat dari warna-warna salju secara umum yang terlihat putih merata karena efek dari kristal es di salju memantulkan sinar matahari ke segala arah sehingga menciptakan warna salju tidak hanya berwarna putih namun dapat juga berwarna biru, merah, hijau bahkan pada salju disebabkan oleh debu atau jamur yang terkumpul saat melayang jatuh di udara, seperti di beberapa daerah di Eropa terdapat salju merah karena udara dipenuhi dengan partikel debu dari pasir merah gurun itu, kedalaman dan suhu ada salju juga menjadi karakteristik pada salju. Dimana semakin dingin udara maka semakin dingin lapisan salju di dekat salju yang berada di dekat tanah pada lapisan salju yang lebih dalam akan lebih hangat karena tanahnya juga merupakan sebuah insulator yang baik karena dapat memperlambat aliran panas dari tanah yang hangat ke udara dingin di Terbentuknya SaljuProses terjadinya salju hampir sama dengan proses terjadinya hujan, yaitu sama-sama diakibatkan oleh uap air yang berkumpul dan membentuk awan yang terlalu banyak akan melepaskan uap air hingga menjadi butiran atau temperatur udara di daerah sekitar yang sangat dingin dapat membuat uap air yang dilepaskan oleh awan menjadi membeku dan terciptalah suhu atau suhu yang diperlukan oleh air agar membeku selalu dibawah 0 derajat namun terdapat juga faktor-faktor lainnya yang membantu proses terjadinya salju. Salah satu faktor yang membantu terjadinya salju yaitu campuran partikel dan zat air yang dikandung dalam uap SaljuBerikut ini ada beberapa jenis salju, yaituPrismaPrisma merupakan jenis salju yang bentuknya mirip dengan badan pensil kayu yang biasa digunakan di Indonesia. Prisma memiliki bentuk yang sangat tipis dan kecil sehingga sangat sulit dilihat dan ditemukan dengan mata PlatesStellar plates merupakan jenis salju yang berbentuk tipis dan seperti bintang namun memiliki enam lengan serta dihiasi dengan tanda-tanda simetris pemisah antar PlatesSectored plates merupakan jenis salju yang khas pegunungan dengan mengarah ke sudut-sudut yang berdekatan antara prisma segi dan sisi-sisinya terbagi dalam enam bagian yang sama DendritesStellar dendrites merupakan jenis salju yang memiliki ukuran besar sekitar 2 hingga 4 mm dan berbentuk seperti pohon dengan cabang khusus serta dapat dilihat dengan menggunakan mata Stellar DendritesFernlike stellar dendrites merupakan jenis salju yang memiliki ukuran besar sekitar 5 mm atau lebih dan berbentuk menyerupai ColumnsHollow columns merupakan jenis salju yang berbentuk seperti tabung dengan lubang kerucut di merupakan jenis salju yang berbentuk seperti jarum atau rambut yang berukuran sangat kecil dan terbentuk pada suhu 5 derajat ColumnsCapped colums merupakan jenis salju yang terbentuk dari perubahan kristal salju jenis lain atau kristal sebelumnya. Namun capped colums sangat sulit ditemukan di dalam salju, perlu dengan serius untuk PlatesDouble plates merupakan jenis salju yang terbentuk dari perubahan capped collums namun tingginya menyusut karena keadaan suhu, dan jarang diperlukan sehingga perlu ketelitian untuk mencarinya. Double plates juga dapat terlihat seperti dua buah kepingan salju yang saling menempel satu sama Plates and StarsSpilit plates and stars merupakan jenis salju yang terbentuk dari perubahan double plates atau kepisangan salju yang telah tergabung dengan sempurna membentuk kepingan baru. - Meski salju hanya terjadi di bagian tertentu di belahan dunia, adanya salju memiliki dampak luas pada iklim di bumi. Dengan mempelajari salju, terbentuknya salju, di mana salju turun dan bagaimana salju berubah dari waktu ke waktu, para ilmuwan dapat membantu meningkatkan prediksi itu, dengan mempelajari salju, para ilmuwan dapat belajar lebih banyak tentang keterkaitan antara salju dan cuaca. Sehingga dapat dipahami bagaimana perubahan salju dapat memengaruhi iklim, gletser dan pasokan air di seluruh dunia. Baca juga Berasa Home Alone, Main Salju di 5 Tempat Ini saat Libur Akhir Tahun Apa itu salju? Salju adalah bentuk padat air yang mengkristal di atmosfer dan jatuh ke bumi, menutupi secara permanen atau sementara, sekitar 23 persen dari permukaan bumi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, salju adalah butiran uap air bewarna putih bagaikan kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik beku. Dilansir dari National Snow and Ice Data Center NSIDC, lapisan salju adalah bagian dari Cryosphere dari bahasa Yunani yaitu kryos yang artinya frost dalam bahasa Inggris atau embun beku dalam bahasa Indonesia. Salju adalah pengendapan presipitasi padat dalam bentuk kristal es. Salju berasal dari awan ketika suhu berada di bawah titik beku 0 derajat celcius atau 32 derajat fahrenheit, ketika uap air di atmosfer berkondensasi langsung menjadi es tanpa melalui tahap cair. Setelah kristal es terbentuk, ia menyerap dan membekukan uap air tambahan dari udara di sekitarnya, tumbuh menjadi kristal salju atau pelet salju, yang kemudian jatuh ke bumi. Baca juga Berlibur ke Jepang, Ashanty Ingin Rasakan Lembutnya Salju di Hokkaido Bagaimana salju terbentuk? Seperti tetesan hujan, kepingan salju mulai sebagai uap air di awan. Ketika awan sangat dingin, uap air ini berubah menjadi kristal es. Salju terbentuk ketika kristal es kecil di awan bersatu menjadi kepingan salju snowflakes saat suhu rendah dan ada kelembaban di atmosfer. Kepingan salju terdiri dari kristal es kecil yang banyak yang saling menempel kemudian akan menjadi cukup berat sehingga jatuh ke bumi. Kepingan salju yang turun melalui udara lembab yang sedikit lebih hangat dari 0 derajat celcius akan meleleh di sekitar tepinya dan tetap bersatu menghasilkan serpihan besar. Kepingan salju yang jatuh melalui udara yang dingin dan kering menghasilkan salju bubuk yang tidak saling menempel. Baca juga Mau Main Salju Lebih Awal di Jepang? Di Sini TempatnyaKarakteristik salju Salju adalah akumulasi kristal es penuh sesak dan kondisi gumpalan salju menentukan berbagai kualitas seperti warna dan suhu. Saat kondisi cuara berubah, gumpalan salju juga dapat berubah dan ini memengaruhi karakteristik salju. Karakteristik salju dapat dilihat dari berbagai faktor antara lain Warna-warna salju Kedalaman dan suhu salju Berikut ini penjelasan mengenai karakteristik salju tersebut Baca juga Mikroplastik Ditemukan di Salju Kutub Utara, Kok Bisa? Warna-warna salju Secara umum, salju terlihat putih merata karena efek cahaya. Kristal es di salju memantulkan sinar matahari ke segala arah sehingga menciptakan warna putih. Namun salju bisa berwarna biru, merah, hijau bahkan hitam di belahan dunia yang berbeda. Warna salju disebabkan oleh debu atau jamur yang dikumpulkan oleh salju saat melayang jatuh di udara. Salju merah terjadi di beberapa daerah di Eropa terutama Italia, di mana udara dipenuhi dengan partikel debu dari pasir merah gurun Sahara. Kedalaman dan suhu salju Suhu permukaan salju tergantung suhu udara di atasnya. Semakin dingin udara di atas, semakin dingin lapisan salju di dekat permukaannya, terutama dalam 30-45 sentimeter 12-18 inci. Salju di dekat tanah pada lapisan salju yang lebih dalam lebih hangat karena dengan tanah yang hangat. Tanah relatif hangat karena panas yang disimpan tanah selama musim panas sifatnya lambat menghilang. Selain itu, salju adalah insulator yang baik, sehingga memperlambat aliran panas dari tanah yang hangat ke udara dingin di atas. Baca juga 5 Tips Melihat Kristal Es seperti Salju di Gunung Gede Salju sebagai mineral Salju dapat diklasifikasikan sebagai mineral karena salju terbuat dari air beku atau es yang membeku. Mineral adalah padatan homogen yang terbentuk secara alami, terbentuk secara anorganik, dengan komposisi kimia yang pasti dan susunan atom yang teratur. Es terjadi secara alami, dengan suhu di bawah 0 derajat celcius atau 32 derajat fahrenheit. Es ini bersifat homogen dari satu bahan, terbentuk secara anorganik dan memiliki struktur atom yang teratur. Es memiliki komposisi kimia tertentu yaitu H2O dengan ikatan atom hidrogen dan oksigen secara spesifik. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bacalah paragraf berikut! Hujan salju merupakan fenomena alam yang bisa terjadi karena suatu proses. Hujan salju diawali dengan adanya pembentukan salju. Bagaimana proses terbentuknya hujan salju? Hujan salju terjadi karena sumber air yang ada di bumi terkena sinar matahari sehingga menguap. Uap air tersebut berkumpul ke atmosfer bumi. Kumpulan uap air tersebut mendingin hingga mencapai titik kondensasi gas berubah wujud menjadi cair atau padat dan membentuk awan. Ketika terjadi pembentukan awan, massanya jauh Iebih kecil dari massa udara sehingga awan tersebut mengapung di air terus bertambah sehingga massanya pun juga bertarnbah. Ketika udara tidak kuat lagi, awan tersebut akan pecah dengan menyebarkan partikel-partikel air yang sifatnya murnibelum terkontaminasi oleh partikel lain. Air murni tidak langsung membeku pada suhu 0 derajat Celcius. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah dari 0 derajat Celcius yang berada tepat di bawah awan. Untuk membentuk salju, tidak hanya diperlukan temperatur rendah. Ketika partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, air tersebut akan terkotori oleh partikel-partikel lain yang berfungsi mempercepat pembekuan dan perekat antaruap air sehingga partikel air yang sudah tidak murni akan bergabung dengan partikel lainnya membentuk es yang lebih besar. Apabila temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal es akan jauh ke tanah, dan inilah yang kita sebut dengan salju. Disadur dari htips// 15 September 201S Paragraf tersebut termasuk jenis eksposisi…. - Secara umum terdapat 6 macam perubahan wujud benda yang contoh perubahannya dapat diamati di sekitar lingkungan tempat tinggal kita. Arti perubahan wujud benda adalah berubahnya bentuk suatu benda, menjadi bentuk lain yang berbeda dari bentuk asalnya. Adanya perubahan benda merupakan hal yang normal dan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa bisa terjadi perubahan wujud? Perubahan wujud dapat terjadi karena adanya tindakan atau aksi yang dilakukan terhadap benda itu. Misalnya tindakan seperti memanaskan, mendinginkan, atau mengembunkan, membuat suatu benda berubah wujud dari asalnya. Contoh perubahan wujud yang bisa diamati ada 6 yakni mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim dan mengkristal. Berikut ini penjelasan dari masing-masing perubahan tersebut, dilansir oleh laman Mencair Perubahan wujud jadi cair atau mencair terjadi bila bentuk benda asal adalah padat, kemudian berubah menjadi cair. Tindakan atau aksi yang dilakukan untuk mengubah benda menjadi cair adalah dengan memanaskan atau menaikkan suhu benda. Contoh mencair adalah lilin yang diberi nyala api, maka akan berubah menjadi cair saat suhunya panas. Lalu es batu yang mencair bisa dimasukkan dalam air bersuhu lebih panas. Kemudian mentega padat yang dipanaskan dalam penggorengan akan mencair bila dipanaskan. Ini terjadi karena adanya perpindahan kalor yang dilepaskan benda, demikian ditulis laman Kemdikbud. Membeku Membeku adalah perubahan yang terjadi dari wujud asal benda cair menjadi bentuk benda padat. Tindakan atau aksi yang perlu dilakukan untuk mengubah wujud benda cair menjadi padat adalah dengan mendinginkan hingga ke titik beku. Contoh dari perubahan wujud membeku adalah saat air dimasukkan ke freezer akan berubah wujud jadi benda padat akibat membeku. Menguap Peristiwa berubahnya wujud benda yang semula berbentuk cair menjadi gas disebut menguap. Aksi atau tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya penguapan adalah dengan cara dipanaskan atau menaikan suhu. Contoh yang bisa dilihat dalam proses menguap atau penguapan adalah saat air direbus hingga mendidih, maka terjadi perubahan zat cair menjadi gas dengan munculnya uap air. Bensin atau alkohol pun akan menguap jika dibiarkan di udara terbuka, hingga lama-kelamaan habis. Walau demikian wujud gas dari bensin dan alkohol tidak bisa dilihat oleh mata secara langsung. Infografik Perubahan Wujud Benda. Mengembun Mengembun artinya benda yang asalnya berbentuk gas, berubah menjadi bentuk cair. Ini akibat adanya paparan energi panas yang dialami benda tersebut. Misalnya pada saat sebuah gelas berisi es sirup atau air es diletakkan di udara panas. Kita bisa amati bahwa permukaan luar gelas akan mulai berembun atau dilapisi cairan. Itu terjadi akibat udara di sekitar gelas berubah wujud menjadi air. Menyublim Satu lagi perubahan wujud benda yang terjadi adalah menyublim. Ini adalah berubahnya benda padat menjadi gas akibat adanya penurunan suhu menjadi lebih dingin atau rendah. Peristiwa menyublim bisa kita lihat pada benda seperti kapur barus yang berbentuk padat, akan menyublim menjadi gas jika diletakkan lama-lama di lemari atau kamar mandi. Akibatnya kapur barus akan mengecil dan makin lama akan habis. Mengkristal Terakhir adalah mengkristal yang berarti terjadinya perubahan wujud dari asalnya benda gas menjadi benda padat. Aksi atau tindakan yang menyebabkan proses kristalisasi adalah adanya pelepasan energi panas dari benda. Contoh dari proses mengkristal adalah berubahnya uap air di udara menjadi salju. Lalu berubahnya udara dalam lemari pendingin menjadi bunga es. Kemudian juga pada proses pembuatan garam, yaitu dengan cara menguapkan air laut yang mengandung garam, sampai zat cairnya habis dan tinggal butiran garamnya menjadi juga Al-Battani, Astronom Muslim Penentu Jumlah Hari Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Geografi dan Penjelasannya Baca juga artikel terkait ES MENCAIR atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita - cck/ylk Penulis Cicik Novita Editor Yulaika Ramadhani Kontributor Cicik Novita Subscribe for updates Unsubscribe from updates Lihat Foto Salju di Murodo, Tateyama, Jepang - Meski salju hanya terjadi di bagian tertentu di belahan dunia, adanya salju memiliki dampak luas pada iklim di bumi. Dengan mempelajari salju, terbentuknya salju, di mana salju turun dan bagaimana salju berubah dari waktu ke waktu, para ilmuwan dapat membantu meningkatkan prediksi badai. Selain itu, dengan mempelajari salju, para ilmuwan dapat belajar lebih banyak tentang keterkaitan antara salju dan cuaca. Sehingga dapat dipahami bagaimana perubahan salju dapat memengaruhi iklim, gletser dan pasokan air di seluruh dunia. Baca juga Berasa Home Alone, Main Salju di 5 Tempat Ini saat Libur Akhir Tahun Apa itu salju? Salju adalah bentuk padat air yang mengkristal di atmosfer dan jatuh ke bumi, menutupi secara permanen atau sementara, sekitar 23 persen dari permukaan bumi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, salju adalah butiran uap air bewarna putih bagaikan kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik beku. Dilansir dari National Snow and Ice Data Center NSIDC, lapisan salju adalah bagian dari Cryosphere dari bahasa Yunani yaitu kryos yang artinya frost dalam bahasa Inggris atau embun beku dalam bahasa Indonesia. Salju adalah pengendapan presipitasi padat dalam bentuk kristal es. Salju berasal dari awan ketika suhu berada di bawah titik beku 0 derajat celcius atau 32 derajat fahrenheit, ketika uap air di atmosfer berkondensasi langsung menjadi es tanpa melalui tahap cair. Setelah kristal es terbentuk, ia menyerap dan membekukan uap air tambahan dari udara di sekitarnya, tumbuh menjadi kristal salju atau pelet salju, yang kemudian jatuh ke bumi. Baca juga Berlibur ke Jepang, Ashanty Ingin Rasakan Lembutnya Salju di Hokkaido Bagaimana salju terbentuk? Seperti tetesan hujan, kepingan salju mulai sebagai uap air di awan. Ketika awan sangat dingin, uap air ini berubah menjadi kristal es. Lihat Foto Salju yang terbentuk dari proses deposisi adalah contoh dari peristiwa mengkristal – Zat di alam semesta dapat berubah wujud dari satu fasa ke fasa lainnya. Salah satu jenis perubahan wujud adalah mengkristal atau deposisi. Apa saja contoh peristiwa mengkristal dalam kehidupan sehari-hari? Mengkristal adalah perubahan wujud benda dari fasa gas menjadi padat. Peristiwa mengkristal adalah kebalikan dari peristiwa menyublim. Contoh peristiwa mengkristal dalam kehidupan sehari-hari adalah pembentukan salju, embun beku, jelaga hitam pada knalpot, dan pembuatan es kering. Pembentukan salju Contoh peristiwa mengkristal dalam kehidupan sehari-hari adalah terbentuknya salju melalui proses deposisi. Baca juga Contoh Peristiwa Menyublim dalam Kehidupan Sehari-hari Dilansir dari National Weather Service, deposisi adalah proses pembentukan kristal es langsung dari uap air di awan yang jenuh tanpa perlu berubah menjadi air cair terlebih dahulu. Artinya, salju yang padat terbentuk secara langsung dari uap air yang merupakan gas. Proses pembentukan salju dengan cara mengkristal tersebut terjadi pada suhu rendah yaitu sekitar minus 12 hingga minus 15 derajat celcius. Embun beku Ketika musim dingin, kerap terlihat es yang terbentuk pada atap rumah dan daun tumbuhan. Es tersebut merupakan embun beku yang terbentuk melalui peristiwa mengkristal. Di mana suhu lingkungan sangatlah dingin, sehingga uap air fase gas langsung mengkristal dan berubah menjadi es fase padat pada permukaan benda. Uap air membeku tanpa mencair terlebih dahulu. Baca juga Contoh Peristiwa Membeku dalam Kehidupan Sehari-hari Jelaga hitam pada knalpot kendaraan Contoh peristiwa mengkristal selanjutnya adalah adanya jelaga hitam pada knalpot. Tidak hanya pada knalpot, jelaga hitam kerap terlihat perapian atau mesin yang menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Jelaga hitam tersebut merupakan zat karbon hitam. Dilansir dari Climate & Clean Air Coalition, karbon hitam atau jelaga hitam adalah hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil dan biomassa. Karbon hitam terbentuk gas hasil pembakaran yang mengkristal dan berubah menjadi partikel hitam dan membentuk jelaga pada knalpot kendaraan bermotor. Pembuatan es kering Es kering kerap digunakan untuk menjadi zat pendingin, membuat berbagai makanan, juga membuat efek kabut dan asap dalam suatu pertunjukan. Pembuatan es kering adalah contoh dari peristiwa mengkristal atau deposisi. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, es kering dibuat dari gas karbon dioksida yang dikompresi dan berubah menjadi padat pada suhu sekitar minus 57 derajat celcius. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca berikutnya Nama Edenia Evelina Larissa Kelas XI MIPA 3 SALJU Salju merupakan salah satu fenomena alam yang menarik pada musim dingin dan sebagai pertanda telah memasuki fase musim dingini. Salju menjadi indah karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya muncul secara alami di wilayah beriklim subtropis. Subtropis adalah wilayah Bumi yang berada di utara dan selatan setelah wilayah tropis yang dibatasi oleh garis balik utara dan garis balik selatan pada lintang 23,5° utara dan selatan, yang memiliki 4 musim. Seperti negara contohnya Jepang, Prancis, Rusia, dan Amerika. Pada umumnya, proses terjadinya salju dan hujan hampir sama, hanya di bedakan tempat terjadinya. Salju berasal dari uap air yang berkumpul di atmosfer bumi disebut evaporasi. Kumpulan uap air itu mengalami proses kimia alami, yaitu menjadi dingin hingga menyentuh titik kondensasi, di mana temperatur mengubah gas menjadi bentuk cair atau pun padat. Kemudian menggumpal membentuk awan. Pada awal mula pembentukan awan, massa nya jauh lebih kecil daripada massa udara, sehingga menyebabkan awan tersebut mengapung di udara. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan mengumpul ke dalam awan tersebut, massa nya juga bertambah, sehingga ketika udara sudah tidak mampu menahan, awan tersebut akan pecah dan menghasilkan partikel air yang jatuh ke bumi. Temperatur udara tepat di bawah awan yaitu 0°C. Namun, temperatur yang rendah saja tidak cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air tersebut terkotori oleh partikel lain. Ada partikel tertentu yang berfungsi mempercepat proses pembekuan, hingga cepat menjadi kristal es. Partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator. Selain dapat mempercepat proses pembekuan, berfungsi juga sebagai perekat antara uap air. Lalu, partikel air yang kotor menyatu dengan partikel air lainnya dan membentuk kristal lebih besar. Salju ini berubah menjadi bentuk cair jika temperatur tidak dapat melelehkan kristal. Kristal salju memiliki struktur unik, tidak ada kristal salju di dunia ini yang mempunyai bentuk sama. Meskipun mempunyai keunikan, salju juga tidak jarang menyebabkan dampak buruk pada fisik maupun material yang nilainya tidak sedikit.

peristiwa pembentukan salju merupakan contoh peristiwa alam yaitu